PERPUSTAKAAN SEBAGAI ORGANISASI FORMAL
Hal
B. Ciri
– ciri organisasi formal
D. Struktur
organisasi perpustakaan
E. Fungsi
dan tujuan organisasi di perpustakaan
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Kata organisasi berasal dari kata organum (bahasa
yunani) atau organum (bahasa latin) yang
berarti alat, bagian, anggota atau badan. Pengertian organisasi telah banyak
didefinisikan oleh banyak orang, antara lain Manullang (1983:67) yang mengutip
pendapat James D. Mooney menyatakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap
perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama. Oleh karena itu, sebenarnya
organisasi merupakan alat/media untuk mencapai tujuan bersama dengan cara
melakukan kegiatan tertentu secara bersama-sama atau sendiri-sendiri. dari sini
dapat dipahami bahwa dalam organisasi terdapat 3 (tiga) komponen yang harus
yang harus ada agar perjalanan organisasi lebih baik, yakni: kelompok orang,
kelompok kerja sama yang harmonis, dan pembagian hak, kewajiban, dan tanggung
jawab. Oleh karena itu dalam perjalanannya, perpustakaan sebagai organisasi
perlu pengorganisasian.
Sebuah
organisasi formal memiliki suatu struktur yang terumuskan dengan baik. Struktur
ini menerangkan hubungan-hubungan otoritasnya, kekuasaan, akuntanilitas, dan
tanggung jawabnya.
B.
Rumusan Masalah
1. Apa
itu organisasi formal?
2. Apa
saja ciri- ciri organisasi perpustakaan?
3. Apa
saja bentuk bagan organisasi?
4. Bagaimana
struktur organisasi di perpustakaan?
5. Apa
saja fungsi dan tujuan organisasi di perpustakaan?
C.
Tujuan
1. Untuk
mengetahui apa itu organisasi formal
2. Untuk
mengetahui ciri- ciri organisasi perpustakaan
3. Untuk
mengetahui bagan organisasi
4. Untuk
mengetahui struktur organisasi perpustakaan
5. Untuk
mengetahui fungsi dan tujuan organisasi di perpustakaan?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Organisasi formal
Organisasi
formal pada dasarnya merupakan sebuah entitas yang berorientasi pada tujuan,
yang dibentuk guna mengakomodasi upaya-upaya para individu-individu dan
kelompok-kelompok di dalamnya. Karena bersifat formal, ia menyajikan
hubungan-hubungan otoritas antara pekerjaan-pekerjaan, merinci rantai komando,
dan menspesifikasi kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur, dalam hal
mengoordinasi aktivitas-aktivitas. Disamping itu, desain sebuah struktur formal
didasarkan atas asumsi bahwa rasionalitas akan menyebabkan timbulnya suatu
pencapaian tujuan-tujuan keorganisasian secara efisien. Rasionalitas tersebut
dianggap demikian jelas teridentifikasi, sehingga dapat digambarkan dalam wujud
sebuah peta organisasi. [1]
Organisasi
formal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang mengikatkan diri dengan
suatu tujuan bersama secara sadar serta dengan hubungan kerja yang rasional.
Contoh: perseroan terbatas, sekolah dan Negara. [2]
Organisasi – organisasi formalt tahan lama,dan terencana.
Mengingatkan ditekankan suatu keteraturan, mak mereka relative bersifat tidak
fleksibel. Contoh- contoh organisasi formal adalah perusahaan- perusahaan
besar, badan-badan pemerintah, dan universitas – universitas.
Pengertian
lain menyatakan bahwa organisasi formal merupakan organisasi yang tersusun dari
struktur dengan bagan yang mendeskripsikan keterkaitan kerja antar unit,
kekuasaan, wewenang, dan tanggung jawab antar elemen di dalam organisasi.
Perencanaan organisasi formal disusun secara sengaja meliputi struktur dan
tujuan. Pengertian tujuan inilah sebagai salah satu alasan mengapa organisasi
formal dibuat.
B.
Ciri – ciri organisasi formal
1. Organisasi formal meliputi keterkaitan antara posisi-posisi yang
telah ditetapkan.
2.
Tujuan besar yang ditentukan dalam
perencanaan organisasi dibagi menjadi beban kerja yang lebih mudah ditangani
tiap departemen dan individu ke dalam tugas-tugas, kewajiban, dan tanggung
jawab.
3.
Terdapat prosedur ,aturan, dan
kebijakan yang tegas yang mengatur segala aktivitas dan fungsi setiap jabatan
didalam organisasi.
4.
Setiap anggota organisasi tidak
diperkenankan mencampurkan urusan pribadi dengan tanggung jawab organisasi.
5.
Penerapan sistem disiplin pada
setiap peraturan, prosedur, dan kebijakan merupakan bagian dari organisasi.
C.
Bentuk bagan organisasi
Penentuan
bagan organisasi perpustakaan dapat disesuaikan dengan besar kecilnya kekuasaan
dan kewenangan pegawai. Sistem pengorganisasian
perpustakaan perlu memperhatikan elemen-elemennya, antara lain terdiri dari :
kegiatan, sumber daya manusia, sistem, sumber informasi, sarana dan prasarana,
serta dana. Elemen-elemen ini dapat dikoordinir dan diarahkan sedemikian rupa
untuk mencapai tujuan perpustakaan.
Aktivitas
yang dilakukan perpustakaan seperti, pengadaan, pengolahan, pemeliharaan,
pengawetan, penyebaran, dan pemanfaatan informasi perlu dikoordinir dengan baik
agar tidak terjadi kesimpangsiuran. Di samping itu juga dimaksudkan agar tiap
orang/kelompok mampu bertanggung jawab terhadap tugas masing-masing. Kegiatan
itu diarahkan untuk mencapai tujuan masing-masing jenis perpustakaan (sekolah,
umum, instansi, perguruan tinggi, tempat ibadah, dan lain-lain).
Sumber
daya manusia yang diperlukan di perpustakaan tidak hanya pustakawan, tetapi
juga tenaga administrasi dan juga tenaga fungsional lain seperti guru, dosen,
arsiparis, pranata komputer, dokumentalis, dan lainnya. Kemampuan dan keahlian
mereka dapat diatur dan diarahkan untuk mencapai tujuan pepustakaan.
Sistem
pengorganisasian di perpustakaan dipengaruhi oleh faktor-faktor internal dan
eksternal. Faktor internal yang perlu dipertimbangkan adalah kekuatan dan
kelemahan perpustakaan, sedangkan faktor eksternal yang perlu diwaspadai adalah
adanya peluang dan ancaman yang sebenarnya dapat dimanfaatkan oleh suatu
perpustakaan.
D.
Struktur organisasi perpustakaan
Struktur
organisasi merupakan mekanisme formal untuk pengelolaan diri dengan pembagian
tugas, wewenang, dan tanggung jawab yang berbeda-beda. Oleh karena itu struktur
organisasi yang baik akan mencakup unsur-unsur spesialisasi kerja,
strukturalisasi, sentralisasi, dan koordinasi (Handoko, 1993:164).
Struktur
organisasi suatu jenis perpustakaan, berbeda dengan yang lain. Hal itu dapat
dimengerti karena perbedaan masyarakat yang dilayani, lembaga yang menaunginya,
dana, dan sumber daya manusia.
Struktur
organisasi di sebuah perpustakaan itu biasanya disusun berdasarkan fungsinya.
Pola struktur organisasi yang disusun berdasarkan fungsi, seperti bagian
layanan teknis (pengadaan, pengolahan dan perawatan koleksi), bagian layanan
pengguna (sirkulasi, referensi, tandon/ cadangan dan koleksi khusus), bagian
penelitian dan pengembangan, bagian jaringan kerjasama. Walaupun terbagi atas
beberapa bagian, hendaknya masing-masing bagian/seksi tidak bekerja autonom
(sendiri-sendiri), sehingga terpisah dari bagian yang lain, misalnya bagian
layanan teknis memiliki hubungan erat dengan bagian layanan-layanan pengguna.
Dan
bagian layanan pengguna mempunyai hubungan erat dengan bagian pengembangan dan
seterusnya. Pada umumnya, perpustakaan perguruan tinggi di Indonesia tersusun
berdasarkan fungsi. Jadi pola ini sudah menjadi pedoman bagi perpustakaan
perguruan tinggi seluruh indonesia, bahkan sebahagian perpustakaan umum
(Daerah) Indonesia.
Perpustakaan bertugas memberikan pelayanan bahan rujukan dan
informasi untuk keperluan pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian
kepada masyarakat. Untuk penyelenggarakan tugas tersebut perpustakaan mempunyai
fungsi menyediakan dan mengolah bahan pustaka, memelihara bahan pustaka,
melakukan pelayanan, dan melakukan tugas tata usaha perpustakaan yaitu dengan
membuat struktur organisasi di perpustakaan.
Contoh
struktur organisasi di perpustakaan yang ada di perguruan tinggi Universitas
Islam Negeri Sumatera Utara.
Keterangan dari Struktur
organisasi diatas adalah sebagai berikut:
1. Kepala
Perpustakaan biasanya tugasnya dibantu oleh staf atau perpustakaan yang
bertanggungjawab dalam mengelola perpustakaan sehari-hari.
2. Layanan
teknis meliputi pelayanan pengadaan, pengolahan data, bibliografis, reproduksi
dan penjilidan. Didalam layanan pengadaan itu biasanya pengadaan bahan pustaka,
pengadaan bahan pustaka adalah upaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas
bahan pustaka. Pengolahan data merupakan manipulasi data kebentuk yang lebih
informative atau berupa informasi.
3. Layanan pengguna meliputi pelayanan Sirkulasi,
penitipan (locker), referensi, dan tandon. Layanan sirkulasi ini
merupakan layanan yang berhubungan dengan peminjaman, pengembalian, dan
perpanjangan koleksi. Dalam layanan sirkulasi terdapat dua sistem layanan
pengguna yaitu:
a. Sistem
Terbuka
Sistem
layanan yang memungkinkan pengguna masuk ke ruang koleksi untuk memilih dan
mengambil sendiri koleksi yang diinginkan dan jajaran koleksi perpustakaan
b. Sistem
Tertutup
Sistem
layanan yang tidak memungkinkan pengguna mengambil sendiri koleksi yang
dibutuhkan. Pengguna bisa memiih koleksi melalui katalog, Lalu petugas
perpustakaan yang akan mengambilkan.
Layanan
penitipan yaitu layanan atau fasilitas yang berupa tempat penyimpanan atau
penitipan tas dan penitipan barang barang lainnya, biasanya perpustakaan
menyediakan locker khusus untuk barang tersebut.
Layanan
Referensi yaitu Suatu kegiatan untuk membantu pengguna perpustakaan dalam
menemukan informasi.
4. Layanan
Teknologi dan Informasi meliputi pelayanan multi media/ internet, repository
dan publik web. Pelayanan multi media atau internet yaitu layanan yang untuk
memudahkan para pengguna untuk mencari informasi dari luar perpustakaan.
5. Layanan
Administrasi meliputi pelayanan tata usaha, kartu anggota, dan surat
keterangan. Layanan tata usaha mempunyai tugas pokok melaksanakan tugas dalam
mengkoordinasikan kegiatan administrasi persuratan, kepegawaian, dan keuangan,
melaksanakan pemeliharaan sarana dan prasarana serta melakukan koordinasi
dengan perpustakaan lainnya. Dalam layanan administrasi itu ada kartu anggota,
kartu anggota itu ketika kita ingin menjadi anggota perpustakaan kita harus
mengurus kartu perpustakaan dan kita mengurusnya di bagian layanan
administrasi.
6. Kelompok
Pustakawan yaitu bertugas membantu kepala perpustakaan dalam menjalankan tugas
didalam sebuah perpustakaan dan bertanggung jawab dalam mengelola perpustakaan
sehari-hari.
E.
Fungsi dan tujuan organisasi di perpustakaan
1. memajukan
berdirinya perpustakaan baru dan membantu perpustakaan rakyat yang telah ada,
baik yang bersifat ilmiah maupun umum.
2. memajukan
usaha sentralisasi perpustakaan.
3. mengusahakan
peminjaman antar perpustakaan.
4. memajukan
lalu lintas pertukaran dan peminjaman bahan secara internasional.
5. mengumpulkan
dan memajukan sumber dan tugas referensi
mendirikan
biro penerangan untuk kepentingan ilmiah dan dokumentasi[3]
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Pengorganisasian merupakan tumpang tindih
dalam pelaksanaan tugas. Proses pengorganisasian suatu perpustakaan akan
berjalan dengan baik apabila memiliki sumber daya, sumber dana, prosedur,
koordinasi, dan pengarahan pada langkah-langkah tertentu. Koordinasi sebenarnya
merupakan proses pengintegrasian tujuan-tujuan pada satuan-satuan yang terpisah
dalam suatu lembaga untuk mencapai tujuan lembaga/perpustakaan secara efisien.
Pengorganisasian adalah fungsi manajemen
yang dimaksudkan untuk menyusun atau mengatur sumber daya dan aktivitas –
aktivitas organisasi untuk mencapai tujuan – tujuannya.
Struktur organisasi adalah kerangka
hubungan satuan – satuan organisasi yang didalamnya terdapat pejabat, tugas
serta wewenang yang masing – masing mempunyai peranan tertentu dalam kesatuan
yang utuh.(Sutarto,1988,37).
B.
Saran
Dengan membaca makalah ini diharapkan pembaca dapat
mengetahui tentang perpustakaan sebagai organisasi formal sehingga dapat
mengaplikasikannya sesuai kebutuhan pembaca.
DAFTAR
PUSTAKA
Winardi, J
.2011. Teori Organisasi dan Pengorganisasian. Jakarta: Rajawali Pers
http://jurnalmanajemen.com/organisasi-formal.com, diakses pada tanggal 09 april 2018
http://www.academia.edu/23432024/Makalah_Organisasi_Perpustakaan. diakses pada
tanggal 09 april 2019
prodi-sekretari.blogspot.com , diakses pada tanggal 09 april 2019
https://faizahistiblog.wordpress.com diakses pada
tanggal 09 april 2019
[1] J winardi, Teori
Organisasi dan Pengorganisasian (Jakarta: Rajawali Pers,2011), h. 89
[2] https://faizahistiblog.wordpress.com diakses pada tanggal 09 april 2019
[3] http://www.academia.edu/23432024/Makalah_Organisasi_Perpustakaan. diakses pada
tanggal 09 april 2019
No comments:
Post a Comment