DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR................................................................................... i
DAFTAR
ISI................................................................................................. ii
BAB
I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah..................................................................... 1
B.
Rumusan Masalah.............................................................................. 1
C.
Tujuan................................................................................................. 1
BAB
II PEMBAHASAN
A.
Pengertian Iventarisasi Bahan Pustaka............................................... 2
B.
Tujuan iventarisasi............................................................................. 4
C.
Kegiatan Iventarisasi.......................................................................... 4
D.
Fungsi Buku Induk............................................................................. 5
E.
Pencataatn Buku Induk...................................................................... 6
BAB
III PENUTUP
A.
Kesimpulan......................................................................................... 8
B.
Saran................................................................................................... 8
DAFTAR
PUSTAKA................................................................................... 9
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Keberadaan bahan pustaka dalam suatu lembaga
akan sangat berarti bila perpustakaan itu dapat menunjang tujuan dan
program-program dari lembaga dimana perpustakaan bernaung. Misalnya saja,
eksistensi suatu perpustakaan sekolah dapat menunjang kurikulum sekolah
tersebut. Dengan sendirinya berdiri bahwa tujuan perpustakaan haruslah
diselaraskan dengan tujuan sekolah tersebut. Di dalam suatu perpustakaan tidak
akan pernah lepas dari unsur bahan pustaka. Perpustakaan mempunyai tugas untuk
menghimpun pengetahuan, pengalaman dan ide-ide manusia yang dituangkan dalam
tulisan baik tercetak ataupun tidak tercetak. Karena itulah maka koleksi
perpustakaan yang ada pada suatu perpustakaan yang ada pada suatu lembaga harus
dibina oleh pustakawan dengan baik, salah satunya dalam kegiatan inventarisasi
bahan pustaka, dan pembuatan laporan pengembangan koleksi.
B. Rumusan Masalah
1. Apa
yang dimaksud iventantarisasi bahan pustaka?
2. Apa saja Tujuan
Iventarisasi Bahan pustaka?
3. Bagaimana Kegiatan
Iventarisasi?
4. Apa Fungsi Buku
Induk?
5. Bagaimana
pencatatan buku induk?
C. Tujuan
1. Untuk
mengetahui iventantarisasi bahan pustaka.
2. Untuk mengetahui Tujuan
Iventarisasi Bahan pustaka
3. Untuk mengetahui Kegiatan
Iventarisasi
4. Untuk mengetahui Fungsi Buku Induk
5. Untuk
mengetahui pencatatan buku induk?
BAB
II
IVENTARISASI BAHAN PUSTAKA
A. Pengertian
Inventarisasi Bahan Buku
Inventarisasi dalam Kamus
Besar Bahasa Indonesia adalah, pencatatan atau pendaftaran milik kantor
(sekolah, rumah tangga, dan lain-lain) yang dipakai dalam melaksanakan tugas.
Pengertian lainnya, pencatatan atau pengumpulan data tentang kegiatan, hasil
yang dicapai dan lain-lain.
Inventarisasi bahan
pustaka merupakan suatu kegiatan pencatatan setiap bahan pustaka yang diterima
oleh suatu perpustakaan ke dalam buku induk atau buku inventaris perpustakaan
menyangkut semua data bibliografi yang sesuai dengan kebutuhan pelaporan
dan database, sebagai
tanda bukti perbendaharaan atau pemilikan perpustakaan[1].
Inventarisasi merupakan
salah satu kegiatan yang harus dikerjakan oleh petugas di perpustakaan sebelum
bahan pustaka itu diproses di bagian pengolahan. Adapun tugas bagian
inventarisasi adalah menetapkan dan melaksanakan pencatatan menurut cara yang
telah ditetapkan.
Pada intinya, kegiatan
inventarisasi bahan pustaka itu adalah kegiatan pencatatan semua bahan pustaka
milik perpustakaan yang dilakukan oleh petugas perpustakaan atau pustakawan.
Beberapa perlengkapan
yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan inventarisasi bahan pustaka, yaitu
:
Ø Buku
induk atau buku inventarisasi, berisi kolom-kolom yang berhubungan dengan bahan
pustaka seperti; judul buku, pengarang, penerbit, tahun terbit dan lain-lain.
Ø Cap
/ stempel inventarisasi, berisi nama perpustakaan yang bersangkutan kolom
inventaris, tahun dan tanggal waktu buku itu dicatat dalam buku inventaris.
Ø Cap/stempel perpustakaan,
berisi nama, alamat dan simbol perpustakaan yang bersangkutan[2].
Didalam melakasanakan kegiatan
inventarisasi bahan pustaka ada langkah-langkah yang harus dilakukan:
1.
Langkah Penerimaan Bahan Pustaka
a.
Memeriksa penerimaan, Buku yang diterima oleh perpustakaan terlebih dahulu
diperiksa kondisinya dalam keadaan baik atau ada kerusakan.
b.
Memisahkan buku yang tidak sesuai dengan pesanan.
c.
Membuat dan mengirimkan tanda bukti penerimaan buku.
2.
Langkah Pengecapan
a.
Stempel perpustakaan.
b.
Stempel inventarisasi.
Stempel hendaknya tidak menghalangi
teks dan diusahakan di tempat yang mudah terlihat dan pada bagian-bagian yang
penting. Dimana stempel dibubuhkan tergantung pada kebijakan perpustakaan.
Biasanya stempel inventarisasi dibubuhkan dibelakang halaman judul, sedangkan
stempel perpustakaan pada sisi buku dan halaman-halaman rahasia.
3.
Langkah Pencatatan
Semua
buku yang diterima dan telah dibubuhi stempel dicatat dalam buku induk dengan
mengisi kolom tanggal terlebih dahulu. Setiap buku mendapatkan nomor induk/
nomor inventarisasi yang berlainan. Nomor induk menandai setiap buku dan
berguna untuk membedakan buku yang satu dengan yang lainya. Bentuk nomor induk
bermacam-macam tergantung kebijakan masing-masing perpustakaan. Namun pada
dasarnya nomor induk buku adalah nomor urut dari semua buku yang ada di
perpustakaan , mulai dari nomor 1 hingga nomor terakhir buku yang dimiliki oleh
perpustakaan. Dengan adanya nomor induk, petugas perpustakaan mengetahui jumlah
buku yang dimiliki perpustakaan[3].
B.
Tujuan Iventarisasi Bahan pustaka
Adapun tujuan iventarisasi bahan pustaka
yaitu sebagai berikut:
1.
Mengontrol kepemilikan bahan pustaka;
2.
Membuat statistik;
3.
Mengetahui bahan pustaka yang sudah dimiliki ataupun yang belum
dimiliki;
4.
Mengetahui ragam bahan pustaka yang dimiliki;
5.
Mengetahui jumlah bahan pustaka yang dimiliki dalam waktu tertentu
maupun jumlah bahan pustaka yang hilang;
6.
Menjadikan data yang ada sebagai bahan laporan;
7.
Menjadikan data yang ada sebagai bahan penyusunan evaluasi koleksi/bahan
perpustakaan.
C.
Kegiatan Iventarisasi
Kegiatan inventarisasi ini
meliputi:
1.
Kegiatan awal, meliputi:
·
kegiatan pemeriksaan terhadap bahan perpustakaan yang diterima, apakah
benar-benar telah sesuai dengan surat pengantar, daftar yang dipesan
·
memeriksa kondisi fisik bahan perpustakaan, apakah dalam keadaan
baik/tidak rusak, lengkap atau tidak lengkap.
2.
Pengelompokkan. Pengelompokkan dilakukan dengan mengelompokkan bahan
pustaka yang telah diperiksa tadi ke dalam jenis medianya, misalnya: kelompok
buku, CD, majalah, kaset, dsb yang kemudian dikelompokkan lagi ke dalam
kelompok judul. Pengelompokan ini bertujuan agar memudahkan dan memperlancar
pekerjaan selanjutnya, seperti penelusuran sementara ataupun pengontrolan.
3.
Mencatat bahan perpustakaan ke dalam kolom-kolom buku induk/inventarisasi.Buku
induk/inventarisasi ini dapat berbeda-beda menurut jenis media bahan
perpustakaan.
4.
Pemberian Tanda Kepemilikan Perpustakaan:
·
Stempel Kepemilikan: ada 2 bentuk stempel kepemilikan, yaitu:
a.
berbentuk logo instansi, untuk dibubuhkan pada setiap halaman tertentu,
a.
berbentuk lain, untuk dibubuhkan pada samping-samping buku, samping
atas, samping dan samping bawah
·
Stempel Inventaris: stempel ini khusus dibubuhkan pada balik halaman
judul dan berisi catatan:
a) Tanggal :………………
b) No. Induk :…………….
c) Asal Perolehan :………
D) No. Klasifikasi :……….
e) a
s/d c diisikan pada saat pencataatan buku induk, ditulis dengan memakai tinta
yang tidak mudah luntur, sedang d) No. Klasifikasi diisikan setelah buku
diklasifikasi[4].
D.
Fungsi Buku Induk
Setelah diberi stempel, buku tersebut
dicatat dalam buku induk. Adapun fungsi buku induk adalah sebagai berikut:
1.
Sebagai daftar iventaris koleksi perpustakaan
2.
Mengetahui jumlah koleksi perpustakaan dengan cepat.
3.
Mengetahui jumlah koleksi buku yang dimiliki perpustakaan pada saat/
tahun tertentu.
4.
Untuk membantu mengetahui judul-judul yang hilang.
5.
Mengetahui jumlah koleksi buku, menurut jenis, bahasa, pembelian, hadiah
maupun berdasarkan tukar menukar.
E.
Pencatatan Buku Induk
a. Pencatatan buku ke dalam buku induk
selalu berdasarkan kronologis yaitu menurut tanggal penerimaan buku tersebut.
b. Buku induk terdiri dalam kolom-kolom
yang isinya terdiri sebagai berikut
1.
Tanggal terima.
2. Nomor induk
3. Pengaranng
4. Judul buku
5. Tahun terbit,
6. Cara memperolehnya yaitu pembelian, atau hadiah, tujar menuar
dan siapa pengirimnya.
7. Sumber dana apakah dari dana rutin atau proyek tertentu.
8. Bahasa yang digunakan.
9. Jumlah eksemplar.
10. Harga buku
c. Tiap buku mempunyai satu nomor induk.
d. Tiap tahun buku induk
dapat dimulai dengan nomor baru, tetapi juga dapat dilanjutkan dari tahun ke
tahun.
e. Jika bukunya hilang, dicatat pada kolom keterangan.
Tatacara
pencatatan pada buku induk:
1.
Mencatat bahan pustaka satu persatu, mulai dari penerimaan yang paling awal
dengan penerimaan yang paling akhir.
2.
Mencatat
mulai dari kolom nomor urut dengan angka nomor yang paling kecil,
dilanjutkan dengan nomor urut seterusnya setiap kali menerima bahan
pustaka.
3.
Kolom tanggal diisi dengan tanggal pencatatan penerimaan bahan pustaka.
4.
Kolom nomor induk diisi dengan nomor induk buku
(misalnya,001/2008,002/2008,...dan seterusnya atau 08/0002,...dan seterusnya)
5.
Kolom pengarang diisi dengan nama pengarang dari bahan pustaka yang dicatat
6.
Kolom judul diisi dengan judul bahan pustaka yang sedang dicatat
7.
Kolom edisi berisi keterangan edisi buku diterbitkan
8.
Kolom penerbit diisi dengan nama penerbit buku
9.
Kolom tahun diisi dengan tahun penerbitan yang tercantum dalam buku
10. Kolom ekseplar diisi dengan keterangan
jumlah eksemplar bahan pustaka
11. Kolom harga satuan diisi dengan harga
setiap bahan pustaka bila berasal dari pembelian
12. Kolom asal buku diisi dengan keterangan
nama toko buku, pembelian atau sumbangan
13. Kolom nmor panggil diisi dengan nomor
klasifikasi buku berdasarkan DDC
14. Kolom keterangan diisi dengan keterangan
yang diperlukan misalnya buku hilang[5].
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Inventarisasi
bahan pustaka merupakan suatu kegiatan pencatatan setiap bahan pustaka yang
diterima oleh suatu perpustakaan ke dalam buku induk atau buku inventaris
perpustakaan menyangkut semua data bibliografi yang sesuai dengan kebutuhan
pelaporan dan database,
sebagai tanda bukti perbendaharaan atau pemilikan perpustakaan.
Beberapa perlengkapan yang diperlukan untuk
melaksanakan kegiatan inventarisasi bahan pustaka, yaitu :
Ø Buku
induk atau buku inventarisasi, berisi kolom-kolom yang berhubungan dengan bahan
pustaka seperti; judul buku, pengarang, penerbit, tahun terbit dan lain-lain.
Ø Cap
/ stempel inventarisasi, berisi nama perpustakaan yang bersangkutan kolom
inventaris, tahun dan tanggal waktu buku itu dicatat dalam buku inventaris.
Cap/stempel perpustakaan,
berisi nama, alamat dan simbol perpustakaan yang bersangkutan.
B. Saran
Sebagai pustakawan mau tidak mau harus bisa
melakukan kegiatan inventarisasi bahan pustaka. Pustakawan juga harus bisa
kreatif dan invovatif. Sehingga bisa memadukan inventaris perpustakaan dengan
teknologi yang ada.
DAFTAR PUSTAKA
Damayanty. 2009. Inventarisasi
Bahan Pustaka Dan Pembuatan Laporan Pengembangan Koleksi.
Perpustakaan Nasional RI. 1992. Peraturan
Katalogisasi Indonesia. Jakarta: Perpustakaan Nasional RI.
Suryana, R. (982. Membina Perpustakaan
Sekolah: pengantar teori dan praktek. Bandung: Paramartha.
Kartika S N L A S. 2011. Inventarisasi
Bahan Pustaka. http://kartika-s-n-fisip08.web.unair.ac.id/artikel_detail-37872-hardskill%20-INVENTARISASI%20BAHAN%20PUSTAKA%20.html. Diakses pada tanggal 26 Mei 2020 pukul
20.21 WIB.
SismaLib. Pengolahan Bahan
Pustaka: Inventarisasi, Klasifikasi, Katalogisasi, dan Shelving. http://sismalib.wordpress.com/2012/07/08/pengolahan-bahan-pustaka-inventarisasi-klasifikasi-katalogisasi-dan-shelving/. Diakses
pada tanggal 28 Mei 2020 pukul 10.45 WIB.
[1] Damayanty. 2009. Inventarisasi
Bahan Pustaka Dan Pembuatan Laporan Pengembangan Koleksi.
[2] Suryana, R. (982. Membina Perpustakaan
Sekolah: pengantar teori dan praktek. Bandung: Paramartha.
[3] Perpustakaan Nasional RI. 1992. Peraturan
Katalogisasi Indonesia. Jakarta: Perpustakaan Nasional RI.
[4] Kartika S N L A S. 2011. Inventarisasi
Bahan Pustaka. http://kartika-s-n-fisip08.web.unair.ac.id/artikel_detail-37872-hardskill%20-INVENTARISASI%20BAHAN%20PUSTAKA%20.html.
[5] SismaLib. Pengolahan
Bahan Pustaka: Inventarisasi, Klasifikasi, Katalogisasi, dan Shelving. http://sismalib.wordpress.com/2012/07/08/pengolahan-bahan-pustaka-inventarisasi-klasifikasi-katalogisasi-dan-shelving/.
No comments:
Post a Comment